Perkembangan teknologi informasi menandai perubahan dari era industri menuju ke era informasi. Revolusi di bidang informasi itu membawa dunia serasa semakin kecil dan orang-orang menjadi begitu dekat satu sama lain. Dengan berkembangnya teknologi informasi tersebut maka menyebabkan timbulnya globalisasi. Globalisasi adalah sebuah fenomena yang kompleks, ditandai oleh dua kubu yang berlawanan. Di satu sisi globalisasi ditandai oleh perluasan ekonomi secara besar-besaran dan penemuan di bidang teknologi terutama teknologi informasi. Di sisi lain, ada tingkat pertumbuhan sosial yang tidak sama, kericuhan sosial dan budaya serta keterasingan individu yang disebabkan ketimpangan akses informasi dalam masyarakat. Globalisasi merupakan konsekuensi logis perkembangan teknologi komunikasi dan media massa memiliki peran penting sebagai alat dalam penyampaian informasi itu.
Menurut Ihsan Capsioglu, dampak globalisasi pada nilai-nilai dalam masyarakat dapat menumbuhkan bentuk budaya baru yang biasa disebut sebagai budaya popular. Dalam bentuk kebudayaan ini, masyarakat diseluruh dunia diasumsikan memiliki selera dan cita rasa yang sama dalam segala hal (tren pakaian, makanan, cara pandang dsb). Akibatnya media massa sebagai alat globalisasi cenderung memberikan tayangan yang homogen.
Isi media massa seperti yang diasumsikan dalam teori kultivasi telah menanamkan persepsi dalam masyarakat mengenai lingkungan maupun kebudayaan termasuk pada cara pandang mengenai perempuan. Dalam Woman and Cultural Industries disebutkan bagaimana media menggambarkan karakter wanita ideal melalui serial melodrama dalam tayangan televisi atau siaran radio yang menunjukkan tuntutan baru pada wanita atas dasar kecantikan, keseksian tubuh dan keperawanan untuk dapat menggapai cita-citanya (dalam hal ini adalah cinta). Dengan semakin berkembangnya media massa membuat Fenomena Operasi Plastik di kalangan selebritas menjadi semakin popular. Tak sedikit Artis Indonesia yang melakukan operasi plastik. Orang yang bekerja di dunia entertainment, tentunya dituntut memiliki bentuk tubuh yang sempurna.
Isi media massa seperti yang diasumsikan dalam teori kultivasi telah menanamkan persepsi dalam masyarakat mengenai lingkungan maupun kebudayaan termasuk pada cara pandang mengenai perempuan. Dalam Woman and Cultural Industries disebutkan bagaimana media menggambarkan karakter wanita ideal melalui serial melodrama dalam tayangan televisi atau siaran radio yang menunjukkan tuntutan baru pada wanita atas dasar kecantikan, keseksian tubuh dan keperawanan untuk dapat menggapai cita-citanya (dalam hal ini adalah cinta). Dengan semakin berkembangnya media massa membuat Fenomena Operasi Plastik di kalangan selebritas menjadi semakin popular. Tak sedikit Artis Indonesia yang melakukan operasi plastik. Orang yang bekerja di dunia entertainment, tentunya dituntut memiliki bentuk tubuh yang sempurna.
Menurut pakar kedokteran, operasi plastik ialah operasi yang berlangsung untuk memperindah bentuk bagian tubuh atau menambahnya jika terdapat kekurangan. Sedangkan yang lain ada juga yang memberi defenisi lain tentang operasi plastic tersebut seperti pengklasifikasian operasi plastik kepada:
- Mengobati cacat fisik, seperti disebabkan perang atau kecelakaan lainnya yang bertujuan untuk mengobati
- Memperindah apa yang telah ada. Sebagai usaha mencari kepuasan tersendiri dan menambah apa yang telah dikodratkan dan tujuannya adalah agar Nampak “keren”.
Defenisi kedua ini lebih umum daripada definisi yang pertama, karena defenisi ini mengandung berbagai jenis operasi sekaligus tujuannya.


0 komentar:
Posting Komentar