Bom Bunuh Diri pada Implan Payudara Perempuan
Implan payudara, yang digunakan para perempuan untuk mempercantik dan memperbesar ukuran payudaranya telah disalahgunakan. Kelompok teroris Al-Qaeda, menggunakan payudara implan sebagai metode barunya dalam melakukan teror pembunuhan masal.
Badan intelegensi Inggris mengklaim bahwa jaringan teroris Al-Qaedah telah mengemas bahan peledak ke dalam payudara implan. Taktik ini dilakukan agar para calon bom bunuh diri dapat dengan mudah melewati proses penindaian di bandara. Dan untuk memuluskan langkah ini, para teroris memanfaatkan perempuan dalam melakukan aksinya. Al-Qaeda juga melibatkan dokter yang berpaham radikal dalam melakukan operasi bedah plastik dan memasukkan bahan peledak ke dalam payudara perempuan, sehingga mereka hampir mustahil terdeteksi oleh mesin scanning bandara biasa. Bahan peledak yang disebut PETN ini dimasukkan ke dalam bentuk plastik selama operasi, baru kemudian payudara dijahit.
Diyakini para dokter tersebut telah dilatih di beberapa rumah sakit terkemuka di Inggris sebelum mereka kembali ke negaranya sendiri untuk melakukan prosedur pembedahan.
"Perempuan, pelaku bom bunuh diri yang direkrut oleh Al-Qaeda diketahui telah memiliki bahan peledak yang dimasukkan ke dalam implan dadanya, sama seperti dengan teknik operasi payudara,” ujar pakar Teroris Joseph Farah.
Intelegensi Inggris juga menemukan cara lain yang digunakan para ekstremis yaitu dengan memasukkan bahan peledak ke dalam bokong pembom beberapa laki-laki.
Penemuan metode ini dilakukan setelah Umar Farouk Abdulmutallab mencoba meledakkan pesawat di AS pada Hari Natal. Dia diduga telah memasukkan bahan peledak ke celana dalamnya
Diyakini para dokter tersebut telah dilatih di beberapa rumah sakit terkemuka di Inggris sebelum mereka kembali ke negaranya sendiri untuk melakukan prosedur pembedahan.
"Perempuan, pelaku bom bunuh diri yang direkrut oleh Al-Qaeda diketahui telah memiliki bahan peledak yang dimasukkan ke dalam implan dadanya, sama seperti dengan teknik operasi payudara,” ujar pakar Teroris Joseph Farah.
Intelegensi Inggris juga menemukan cara lain yang digunakan para ekstremis yaitu dengan memasukkan bahan peledak ke dalam bokong pembom beberapa laki-laki.
Penemuan metode ini dilakukan setelah Umar Farouk Abdulmutallab mencoba meledakkan pesawat di AS pada Hari Natal. Dia diduga telah memasukkan bahan peledak ke celana dalamnya
sumber : http://www.conectique.com



0 komentar:
Posting Komentar